MUI: Haram Hukumnya Berprofesi Sebagai Buzzer Buzzer berpotensi memecah belah umat

Jakarta – Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid mengatakan menjadi agen penyebar berita atau buzzer yang menyebarkan hoax atau berita bohong itu hukumnya haram.

“MUI melarang kegiatan produksi atau membuat berita yang dapat diaksesnya konten yang tidak benar kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan buzzer di media sosial adalah profesi yang diharamkan,” katanya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (05/03).

1. Sudah ditetapkan dalam Fatwa MUI

Pernyataan tersebut dilontarkannya setelah aparat penegak hukum menangkap kelompok penyebar sekaligus pembuat berita bohong Muslim Cyber Army (MCA).

Bagi Zainut, profesi buzzer cenderung menyebarluaskan berita yang mengandung konten fitnah. “MUI menetapkan melalui Fatwa No 24 Tahun 2017 tentang hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial bahwa muslim dilarang untuk menyebarkan fitnah dan adu domba,” jelasnya.

2. Bertentangan dengan ajaran Islam

“Perbuatan tersebut di samping bertentangan dengan hukum positif, juga haram hukumnya dalam ajaran Islam karena dapat menimbulkan perpecahan dan permusuhan,” sambungnya.

Zainut Taqwa menambahkan bahwa mereka yang turut mendanai, memfasilitasi, dan ikut menyebarkan berita yang terindikasi tidak benar juga haram hukumnya.

3. MUI dukung penyebar hoax ditindak tegas

MUI meminta aparat Kepolisian tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum dan fokus terhadap isunya, bukan identitasnya.
“Siapapun dia harus ditindak tegas. Kami minta agar Polri fokus terhadap isunya, bukan identitasnya. Karena hal itu berpotensi memunculkan kecemburuan kepada kelompok lain,” beber dia.

Sumber : Haram Hukumnya Berprofesi Sebagai Buzzer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Bantuan!
Selamat Datang Di Layanan Whatsapp Resmi Info Pemalang