Bagaimana Desa Pegiringan Memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ?

HUT RI ke-72 sebentar lagi.

Bagaimana peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ?

Bagaimana memaknai perjuangan pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia ?

Apa kabar dengan Desa Pegiringan?

Bagaimana dengan Desa Pegiringan memaknai ini semua?

Kemerdekaan RI memang memberikan makna tersendiri dalam kehidupan masyarakat desa. Di tengah kondisi negara seperti sekarang ini, adu sikut wakil-wakilnya di singgasana, sederatan rapat untuk mencapai Nawa Cita. Masyarakat masih dengan semangat membuktikan rasa tinggi nasionalismenya, rasa cinta tanah air, dan bagaimana memaknai kemerdekaan yang sesungguhnya.

HUT RI menjadi momen tersendiri dalam kehidupan bermasyarakat di Desa. Hampir seluruh desa di Indonesia mempunyai acara khas dalam merayakan HUT RI. Mulai dari perlombaan, pemasangan atribut serba merah putih, gotong royong kerja bakti bebersih desa, hingga malam pentas seni. Anak, remaja, dewasa, tua, laki-perempuan semua tumpah ruah dalam perayaan dan memaknai HUT Kemerdekaan RI.

Sebelumnya pemerintah pusat sudah meluncurkan tema dan logo yang akan digunakan dalam Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia atau ke-72 pada Agustus mendatang. Logo kali ini menggunakan angka 72 dan kata-kata “Indonesia Kerja Bersama”.

Dalam rangka menyambut dan memeriahkan peringatan HUT RI ke-72. Pemerintah Desa Pegiringan juga akan meramaikan dengan berbagai kegiatan, berbagai persiapan, mulai dari dibentuknya panitia PHBN serta rencana kegiatan serta acara yang akan dilaksanakan, baik kegiatan pada skala tingkat RT,RW maupun kegiatan tingkat desa.

Jum’at malam 28 Juli 2017, Panitia Peringatan Hari Besar Nasional HUT RI ke-72 Desa Pegiringan, mengundang seluruh perwakilan komponen masyarakat dari unsur pemerintah desa, masyarakat, pemuda dan perwakilan ormas yang ada di Pegiringan. Panitia PHBN desa Pegiringan ingin bersama-sama mematangkan kegiatan peringatan HUT RI ke-72 di desa Pegiringan.

Slamet Riyadi, selaku ketua PHBN HUT RI ke-72 desa Pegiringan mengatakan “Membangun desa perlu kebersamaan. Membangun desa itu adalah spirit memandirikan masyarakat. Dengan momentum HUT RI ke 72 ini kita ingin membangkitkan rasa kebersamaan untuk menuntaskan pembangunan”, yaitu salah satunya mewujudkan kecintaan pada tanah air dengan meramaikan HUT RI ke-72, pertemuan malam hari ini salah satu bagian untuk membangkitkan nasionalisme dan gotong royong masyarakat Pegiringan.

Sementara itu panitia lainnya, Waryono, menambahkan untuk meramaikan HUT RI ke-72 di Pegiringan, sejumlah acara sudah diagendakan, baik olahraga gembira maupun pentas seni. Salah satu yang tetap dilestarikan yaitu Lomba sepak bola usia 45 keatas dan sepak bola wanita tingkat desa yang selalu dinanti-nanti masyarakat. Selain itu Karnaval Budaya dan wungon do’a bersama juga akan digelar. Waryono  berharap Peringatan HUT RI ke 72 di Pegiringan dapat dilaksanakan dengan lancar, meriah dan khidmat serta bisa menjadi momen kebersamaan masyarakat.

Dengan berkaca dari momen, semangat dan hangatnya suasana HUT RI di desa. Pemerintah harus melihat lebih dalam dan menyentuh akar rumput masyarakat desa dalam pembangunan bangsa ini. Berbekal semangat swadaya masyarakat dan gotong royong, sudah saatnya pemerintah mengangkat jargon “Desa Membangun” secara nyata. Meletakkan masyarakat desa sebagai subjek bukan objek, karena sesungguhnya di dalam mereka terdapat potensi yang melimpah. Selamat memperingati HUT RI ke-72, dengan desa membangun, Indonesia terbangun, Desa berdaya, Indonesia berjaya. Merdeka Desa Indonesia, Merdeka Indonesia.

Sumber Desa Pegiringan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Bantuan!
Selamat Datang Di Layanan Whatsapp Resmi Info Pemalang